Selamat Datang di Blog kuat.Com

Blog kuat.Com pertama kali dibuat dengan tujuan sebagai sarana informasi bagi peserta pelatihan dan lokakarya perpajakan. Namun seiring berkembangnya waktu, blog kuat.Com tidak hanya memberikan kontribusi aktif dikalangan intern saja, namun bagi masyarakat seluruhnya.

Tax and Accounting Education Service

kuat.Com ikut berperan aktif dalam pengembangan SDM di bidang Akuntansi dan Perpajakan dalam bentuk in house training, seminar, pelatihan dan lokakarya yang didampingi oleh instruktur yang berkompeten dibidangnya.

Aplikasi Berbasis Excel Macro

kuat.Com memiliki kontribusi dalam pembuatan sebuah aplikasi berbasis excel macro dan salah satunya adalah Aplikasi Excel Gaji dan PPh 21. Aplikasi ini dibuat untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat untuk mempermudah dalam melakukan perhitungan dan pelaporan gaji dan PPh 21.

Pelatihan dan Pengembangan SDM

Pelatihan dan Pengembangan SDM di bidang Akuntansi dan Perpajakan dilakukan untuk meningkatkan skill dan update perkembangan kebijakan pemerintah yang berlaku kususnya kebijakan Akuntansi dan Perpajakan.

kuat.Com Mengucapkan Dirgayahu Republik Indonesia Ke-71

Sahabat-sahabat semua, kita semua adalah satu nusa satu bangsa dan satu bahasa, yaitu Indonesia. Bersatu dan jangan berpecah belah. Satukan visi, tekad dan tujuan menuju Indonesia Satu. Semoga Tuhan mengabulkan doa kita semua.aamiin

Perhitungan PPh 21 Atas Tunjangan Iuran Premi Pegawai

Malam sobat...Apa kabar semuanya. Semoga selalu sukses dalam meniti jalan hidup ini. Semoga sobat semua diberikan kelancaran dalam meniti karir, dan juga dilancarkan rezeki serta selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT. aamiin. 

Pada posting kali ini saya akan membahas mengenai konsep perhitungan PPh 21 atas penghasilan/gaji pegawai yang mendapatkan fasilitas tunjangan iuran premi pegawai yang dibayarkan oleh perusahaan. Alasannya karena Ternyata di luar sana masih belum banyak yang memahami perhitungan PPh 21 atas penghasilan/gaji pegawai yang mendapatkan tunjangan berupa Iuran Premi Pegawai yang dibayarkan perusahaan. Terlihat sepele namun jika benar-benar tidak tahu akan mengakibatkan konsep perhitungan PPh 21 menjadi salah kaprah. Dan akhirnya jika diperiksa lebih rinci lagi maka akan berdampak lebih bayar.

Menghitung PPh 21 THR Dengan Aplikasi Excel Gaji dan PPh 21

Alhamdulillah..sampai saat ini saya masih bisa bertemu dengan bulan yang penuh Rahmat dan Ampunan dari Allah SWT. Semoga saya selalu diberikan kesempatan untuk merasakan sehat dan bisa berbagi kesempatan untuk menyebarkan manfaat bagi sobat-sobat kuat.Com yang sampai saat ini masih setia berkunjung di blog saya. Karena bagaimanapun juga, blog ini tidak akan pernah punya manfaat tanpa kehadiran sobat-sobat kuat.Com semuanya. Saya doakan semoga sobat kuat.Com semuanya selalu diberikan kesehatan dan rizky yang berlimpah oleh Tuhan Yang Maha Esa. aamiin.

Perubahan PTKP Terbaru Tahun 2016

Apa kabar sobat kuat.Com. Semoga semua sobat kuat.Com sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT. aamiin. Apakah sobat semua sudah mendengar kabar terbaru dari pemerintah? Saya yakin sebagian besar sudah mengetahui kabar tersebut. eh iya..tapi kabar apa ya? kabar burung atau kabar angin, atau malah kabar kabur? hehehe...

PPh Pasal 21 Pegawai yang Berhenti Bekerja di Tahun Berjalan

kuat.Com
Salam sukses untuk semua sobat kuat.Com dan salam kemerdekaan untuk semua sobat kuat.Com dari Sabang sampai Merauke. Semoga salam saya menjadi doa bagi semua sobat kuat.Com agar supaya selalu lancar dan lancar dalam mencari rezeki di muka Bumi ini. aamiin

Apakabar sobat kuat.Com semuanya. Saya berharap sobat semua dalam keadaan sehat walafiat dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. aamiin. 

PPh 21 Tahunan Dengan Aplikasi Excel Gaji dan PPh 21 V.6.16

Apa kabar sobat kuat.Com. Sudah 5 bulan saya tidak posting di blog saya ini. Maklum, karena kesibukan yang melanda diri saya pribadi. Namun saya bersyukur kepada Tuhan YME, bahwa yang melanda diri saya bukanlah banjir hehe.. akan tetapi dilanda kesibukan. Namun dibalik kesibukan saya, saya masih sangat-sangat bersyukur karena saya masih bisa sempat merenovasi dan melengkapi Aplikasi Excel Gaji dan PPh 21 yang saya buat. Dan Aplikasi ini sudah saya uji untuk melaporkan laporan PPh Pasal 21 di akhir tahun 2015. Alhamdulillah, dari kesepuluh pegawai yang saya perhitungkan PPh 21 Tahunannya, hanya satu yg lebih bayar. Maklum hal itu terjadi karena satu pegawai tersebut keluar atau berhenti karena tidak jelas. Sedangkan yang lainnya alhamdulillah nihil. Berikut daftar pegawai yang saya miliki, dan saya perhitungkan dengan Aplikasi Excel Gaji dan PPh 21 versi 6.16.

SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Lebih Bayar

Apa kabar sobat kuat.Com semuanya..! Saya berharap sobat kuat.Com semuanya luar biasa. Dan saya berharap kita semua menjadi manusia yang luar biasa hingga akhir hayat kita. Karena selama kita masih diberikan nafas, selama kita masih diberikan kesempatan untuk menjalani panggung kehidupan, itu artinya selama itu pula kita harus selalu menjalani peran kita di panggung kehidupan ini menjadi luar biasa. Full action dan jangan pernah lelah, meskipun peran kita di panggung kehidupan ini sangat-sangatlah berat dan penuh dengan intrik dan cobaan. Karena, walau bagaimanapun juga, kita semua yang hidup, adalah seorang artis kehidupan, yang harus menjalani peran kita sesuai dengan yang Sang Sutradara inginkan. Insya Allah, selama kita menjalaninya dengan baik, kita akan mendapatkan derajat dan nilai yang tinggi dari Sang Sutradara. aamiin..

Sekarang sudah jam 01.04 WIB. Saya terbangun di tengah malam. Tidur dari jam 7 malam. Seharian yang lelah, karena seharian tadi saya harus antri panjang di dua kantor pajak untuk melaporkan SPT Tahunan PPh OP milik saya pribadi. Ya maklum, karena tadi adalah batas akhir penyampaian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi. Karena malam ini iseng, dan ada beberapa pertanyaan yang masuk ke saya yang menanyakan SPT Tahunan OP dengan status lebih bayar, maka saya berniat memposting mengenai hal tersebut. Dan kebetulan hal ini terjadi pada status SPT PPh OP milik saya sendiri.

Oke, begini ceritanya. Aslinya nilai SPT Tahunan PPh OP tahun 2014 milik saya pribadi terjadi lebih bayar. Tidak begitu banyak sih nilainya. Namun, karena saya ingin tau update mengenai SPT Tahunan PPh OP yang statusnya lebih bayar, maka saya buatlah lebih bayar alias apa adanya, dan tidak di rekayasa. Selesai saya buat, saya print. Dan setelah selesai mempersiapkan SPT Tahunan, lalu saya mandi. Pada saat berangkat untuk melaporkan SPT Tahunan, saya ajaklah anak saya yang pertama  yang masih berusia 5 Tahun untuk ikut menemani saya. Yaa...sekaligus mengenalkan pajak kepada anak sejak usia dini.

Saya berniat ingin melaporkan SPT Tahunan PPh OP saya melalui drop box di kantor pajak terdekat yang letaknya tidak jauh dari tempat saya tinggal. Ketika sampai di tempat, saya harus menunggu antrian hingga 3 jam lamanya. Maklumlah, hari terakhir. Untungnya anak saya tidak suka rewel jika diajak kemana-mana. (makasih ya nak). Ketika nomor antrian saya di panggil, saya serahkan berkas SPT Tahunan PPh OP saya. Namun apa yang  terjadi? Saya disuruh untuk melaporkan SPT Tahunan PPh OP saya di kantor pajak terdaftar dengan alasan, status SPT milik saya adalah lebih bayar. Jreng jreng jreng.....

Berangkatlah saya ke kantor pajak tempat NPWP saya terdaftar. Untungnya saya mengendarai sepeda motor, jadi jarak tempuhnya bisa lebih cepat. cukup satu jam untuk tiba di kantor pajak tempat NPWP saya terdaftar. Setibanya di tempat, "alamaaaaakkk.." antriannya lebih banyak. Dengan senang hati saya minta nomor antrian ke penjaga, dan....waw...saya harus menunggu 1040 nomor antrian. Ya wajarlah, hari terakhir...dan bagi saya no problem, antri setahun sekali. Untungnya saya membawa anak saya, jadi setidaknya ada yang menghibur saya selama saya menunggu antrian.

Singkat cerita, tibalah saat nomor antrian saya dipanggil. Salut, dengan kantor pajak tempat NPWP saya terdaftar. Karena dengan banyaknya WP yang antri saya tidak harus menunggu lama, dikarenakan kinerja pegawai-pegawai pajak yang sangat cekatan. 

Cukup 3 jam saya menunggu antrian. Kemudian berkas SPT Tahunan PPh OP saya diperiksa dan NPWP saya di cek kevalidasiannya. Yes, berkas dan NPWP milik saya tervalidasi. Kemudian saatnya untuk di periksa. 

Ketika diperiksa, ada dialog menarik sebagai berikut :

Pegawai Pajak " Sore mas, silahkan duduk"
Saya "Terima kasih pak"
Pegawai Pajak "Bisa saya lihat SPT nya mas?"
Saya "Oke, ini pak" kemudian saya serahkan berkas SPT Tahunan PPh OP saya. Kemudian pegawai pajak memeriksa dan membolak-balikkan berkas milik saya.
Pegawai Pajak "Mas, status SPT nya lebih bayar ya?"
Saya "Betul Pak."
Pegawai Pajak "Serius nih mas, mau dibuat lebih bayar?"
Saya "Adakah solusi lain pak?"
Pegawai Pajak "Kalo menurut saya, lebih bayarnya kan sedikit mas. Lebih baik dibuat nihil aja"
Saya "Kenapa begitu pak?"
Pegawai Pajak "Karena nilai lebih bayar ini, tidak sebanding dengan proses audit nanti. Karena setelah ini, nanti mas bakal di panggil bolak-balik ke kantor pajak. Berapa coba ongkos yang mas keluarkan untuk bolak-balik itu. Belum lagi nanti rekening korannya harus diperiksa, belum ini, belum itu. Yang ada mas malah rugi. Memang sih, nilai lebih bayar ini adalah hak Wajib Pajak. Namun, sebagai Wajib Pajak juga harus memperhatikan nilai untung ruginya dalam mengklaim nilai lebih bayar ini.  Terkecuali, jika nilai lebih bayarnya mencapai puluhan juta bahkan ratusan juta. Tentunya disitu ada keuntungannya. Bagaimana? Apakah masih mau lanjut dibuat lebih bayar?"
Saya "Ohh begitu ya pak? Kalo begitu, saya buat nihil, bagaimana caranya?"
Pegawai Pajak " Oke, bagian ini saya tip-x dan silahkan mas tanda tangani bagian yang saya tip-x ini, artinya mas sudah menyetujui jika status SPT LB ini  menjadi Nihil."
Saya "Baik pak..."

Kemudian saya tanda tanganilah bagian-bagian yang di tip-x oleh pegawai pajak tersebut. Dan akhirnya saya menerima Tanda Terima SPT Tahunan PPh OP saya dengan status Nihil. Di sini saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya buat pegawai pajak yang sudah memberikan jalan keluar terbaik buat saya sebagai Wajib Pajak. Selain itu, hal ini merupakan tambahan ilmu buat saya, dan tentunya buat sobat kuat.Com semuanya.

Memang ada banyak sobat yang bertanya-tanya mengenai status SPT yang lebih bayar. Namun saya tidak mau jawaban saya hanya berdasarkan "katanya". Karena jawaban yang saya inginkan adalah berdasarkan fakta dan pengalaman pribadi yang saya alami. Mudah-mudahan, dengan adanya posting ini, para sobat kuat.Com bisa mengambil ilmunya, dan bisa mempertimbangkan dalam membuat dan menyampaikan SPT Tahunan PPh OP nya. Dan selanjutnya Sobat kuat.Com bisa melihat hasil bukti penerimaannya sebagai berikut :


Bagaimana dengan pengalaman sobat kuat.Com dalam menyampaikan SPT Tahunan PPh OP nya? Adakah kendala yang dialami? Jika ada kendala yang dialami, silahkan tanyakan saja kepada AR sobat masing-masing. Saya yakin kok, AR sobat pasti akan memberikan jalan keluar terbaiknya. Dan janganlah sobat takut-takut dengan pajak, atau bahkan malu-malu dengan pajak. Karena pajak yang selama ini sobat anggap menakutkan, itu salah besar. Selama kita terbuka, pasti akan ada jalan keluarnya. Pajak di Indonesia lebih bersahabat, so bersahabatlah dengan pajak. Seperti saya bersahabat dengan anak saya..hehehe...

Demikian posting kali ini, dan semoga bisa bermanfaat buat kita semua. Jika sobat kuat.Com membutuhkan pertanyaan dan ingin sharing dengan saya, bisa hubungi saya di line 0813 1036 1032.
  

Cara Melakukan Impor Data CSV e-SPT PPh Pasal 21

Apa kabar sobat kuat.Com. Semoga anda semua selalu berbahagia setiap saat, senang setiap saat, dan senyum setiap saat..ettsss....tapi senyumnya jangan keterusan, nanti disangka orang gila..hahaha...

Tapi jangan gila juga kalo anda kesulitan melakukan impor data csv PPh Pasal 21. Kata Roma Irama, banyak jalan menuju roma. Kalo kata saya, Banyak jalan bersama saya,,kuaaaaaaaaattttt.....dooooootttttt coooooooom.....hehehe lebay ah...hehe...Tapi emang bener kok, sama saya selalu ada aja jalan keluarnya...dan caranya bukan cara yang intelek, tapi dengan cara kampungan..hallah...hehe

Oke lanjut saja, banyak pertanyaan dari kawan-kawan gimana caranya melakukan impor data csv e-SPT PPh Pasal 21. Apalagi, bagi kawan-kawan yang sudah memiliki Aplikasi Excel Gaji dan PPh Pasal 21. Tinggal input atau tinggal pindahkan saja data hasil perhitungan PPh Pasal 21 dari data Aplikasi Excel Gaji dan PPh Pasal 21 ke format csv e-SPT PPh Pasal 21. Sebenernya format csv e-SPT PPh Pasal 21 bentuknya dalam bentuk excel. Anda bisa mencarinya di komputer yang sudah terinstal Aplikasi e-SPT PPh Pasal 21. Alamat pencariannya di Direktori Local Disk  "C > Program  Files > DJP > e-SPT Masa 21-26 2014 > Dokumentasi > CSV Format > Contoh CSV ". Saya ambil contoh adalah format CSV "1721_I_bulanan". Saya copy dan saya paste di dekstop (halaman muka)  komputer. Setelah saya itu, saya akan menghitung PPh Pasal 21 atas penghasilan pegawai di Aplikasi Excel Gaji dan PPh Pasal 21 nya. Langkahnya adalah sebagai berikut :

Misalkan saya akan menghitunga PPh Pasal 21 atas pembayaran gaji pegawai bulan Maret 2015 dengan Aplikasi Excel Gaji dan PPh Pasal 21. Perhatikan langkah berikut ini :


Klik file Aplikasi Excel Gaji dan PPh Pasal 21, maka akan muncul seperti yang nampak pada gambar berikut ini :


Isilah Username dan Passwordnya laku klik tombol Login, maka akan masuk apada bagian input data perusahaan seperti yang nampak pada gambar berikut ini :


Isilah data perusahaan sesuai dengan kolom-kolom yang disediakan, dan sebagai contoh saya akan menunjukkan contoh isian data seperti yang nampak pada gambar berikut ini :


Setelah data perusahaan di input dengan benar, selanjutnya klik tombol menu. Dan akan muncul penampakan menu-menu aplikasi gaji dan pph pasal 21 seperti yang nampak pada gambar berikut ini 


Selanjutnya saya akan input data pegawai tetap bulanan di menu "PgwTtpBulanan", maka akan muncul kolom isian data pegawai tetap bulanan seperti yang nampak pada gambar berikut ini :


Jika memiliki data yang banyak, tinggal di pastekan saja datanya di menu ini. Dan dari data tersebut, semua pegawai mendapat fasilitas gross up. Tinggal pilih yes atau no di menu drop down, Jika Yes maka Aplikasi ini akan menghitung nilai tunjangan pajak sama dengan PPh terutang secara otomatis dan sebaliknya. Setelah semua data pegawai tetap bulanan terinput, klik tombol menu, maka akan kembali ke menu utama. Selanjutnya di menu utama klik tombol meu "InputGajiBulanan", maka akan muncul kolom isian gaji bulanan seperti yang nampak pada gambar berikut ini :


Sebenrnya pada kolom ini tidak hanya terdapat gaji bulanan saja, namun ada kolom-kolom tunjangan seperti tunjangan umum, tunjangan asuransi tenaga kerja, tunjangan pajak dan kolom-kolom potongan. Namun karena yang dijadikan contoh hanya gaji bulanan saja, maka yang saya scren cukup kolom gaji bulanan saja. Setelah semua data gaji pegawai tetap di input, klik menu, maka akan kembali ke menu utama. Di menu utama kita akan melihat laporan rekap gaji dan pph 21 bulanannya. Klik tombol menu "LapRekapGaji", maka akanmuncul laporannya sebagai berikut :


Laporan tersebut merupakan laporan pengeluaran gaji dan PPh 21 pegawai tetap. Dan biasanya laporan inilah yang digunakan sebagai laporan intern perusahaan. Selanjutnya klik menu, dan akan kembali ke menu utama, di menu utama klik tombol menu "Slip Gaji", maka akan muncul preview print slip gaji pegawai tetap. Dan bentuknya adalah sebagai berikut :


Setelah melihat preview slip gaji, klik menu dan akan kembali ke menu utama. Di menu utama klik tombol menu "RincianGajiBulanan",maka akan muncul rincin gaji dan PPh 21 bulanannya. Perhatikan gambar berikut ini :


Jreng-jreng-jreeeeng.......nah, dari menu ini kita bisa mengambil data yang dibutuhkan oleh file format impor data csv e-SPT PPh Pasal 21. Selanjutnya buka file format impor data csv e-SPT PPh Pasal 21 yang telah di save di dekstop (baca keterangan di awal). Klik file tersebut dan akan terbuka seperti yang nampak pada gambar berikut ini :


Aslinya format tersebut berisi contoh file bawaan dari instalasi e-SPT PPh Pasal 21, namun karena saya mau impor data perhitungan gaji dan PPh 21 pegawai tetap saya dari Aplikasi Excel Gaji dan PPh 21, maka saya copi data dari menu "RincianGajiBulanan" di Aplikasi Excel Gaji dan PPh 21, dan saya pastekan di file format csv e-SPT PPh Pasal 21. Dan hasilnya adalah seperti gambar tersebut di atas.

Agar supaya proses impor data berhasil, kita harus sesuaikan dulu format isian datanya, seperti :

  1. Masa pajak harus disesuaikan dengan masa pajak di aplikasi e-SPT PPh Pasal 21. Jadi masa pajaknya harus sama. Di sini saya input masa pajak maret, berarti nanti di e-SPT PPh Pasal 21 masa pajaknya juga harus maret.
  2. Tahun pajak pun seperti itu, harus sesuai dan harus sama dengan tahun pajak yang ada di aplikasi e-SPT PPh Pasal 21.
  3. Pembetulanpun juga harus sesuai
  4. Untuk NPWP, ketikkan tanda petik (') di awal pengetikan NPWP. dan ingat, NPWP jangan di berikan tanda titik maupun koma.
  5. Untuk kode objek pajak lihat seperti contoh pada gambar di atas. 
  6. Untuk jumlah bruto dan jumlah PPh 21 di isi nilainya saja tanpa tanda titik maupun koma ataupun lainnya. Harus apa adanya...
Jika sudah sesuai, klik save maka akan muncul seperti pada gambar berikut ini :


Klik "Yes" pada caution tersebut, setelah itu klik close (tanda silang di pojok kanan atas), maka akan muncul seperti pada gambar berikut ini :


Jangan anda klik "save", namun klik lah "Dont Save". Proses ini selesai sudah. Selanjutnya, bukalah Aplikasi e-SPT PPh Pasal 21 yang sudah terinstal di komputer anda. Perhatikan gambar berikut ini :


Gambar tersebut adalah gambar impor pemotongan pajak bulanan. Klik tombol "Buka File" maka akan muncul seperti yang nampak pada gambar berikut ini :


Crilah letak file format csv yang sudah kita simpan. Setelah itu, klik open, maka akan nampak seperti pada gambar berikut ini :


Setelah itu, klik "Impor", maka kita akan menunggu proses impor data. Tunggu sebentarrrrr......Dan...... Perhatikan gambar berikut ini :


Jreng jreng jreng jreng...........Impor data sukses.........klik ok, dan kita lihat di menu 1721-I bulanannya di Aplikasi e-SPT PPh Pasal 21 nya. Hasilnya perhatikan gambar berikut ini :


Selesai deh..Jadi intinya jika kita mau mengimpor data csv, maka kita harus sesuaikan formatnya dengan format bawaan dari Aplikasi e-SPT PPh Pasal 21. Apalagi, jika sudah memiliki Aplikasi Excel Gaji dan PPh Pasal 21, kita tidak perlu melakukan perhitungan secara manual. Tinggal input data penghasilan, secara otomatis Aplikasi Excel Gaji dan PPh 21 akan menghitung PPh Pasal 21 atas pembayarn gaji kepada pegawai. Nanti hasilnya tinggal di copi paste saja ke format csv. Keren bukan??? menurut saya ini sangat2lah membantu pekerjaan..

Oke, bagi sahabat kuat.Com yang belum dan ingin memiliki Aplikasi Excel Gaji dan PPh Pasal 21, bisa menghubungi saya di line 021-7120 3453 / 0813 1036 1032. Dan jika sahabat kuat.Com ingin bertanya-tanya silahkan menghubungi saya di nomor tersebut. Pasti akan saya layani..

Kiranya sekian dulu posting dari saya..Semoga bermanfaat..

Formulir Terbaru SPT Tahunan PPh Orang Pribadi Tahun Pajak 2014

Selamat pagi sobat kuat.Com. Selamat bergembira ria di pagi yang menurut saya "apalah-apalah" kalo kata Iis Dahlia. hehe

Di pagi ini saya ingin memposting mengenai formulir SPT Tahunan PPh Orang Pribadi untuk tahun pajak 2014 yang harus dilaporkan paling lambat tanggal 31 Maret 2015. Dan bahasan posting kali ini adalah sebatas formulir 1770 yang baru. Selain itu, alhamdulillah SPT Tahunan pribadi saya sendiri sudah saya hitung, sudah saya isi ke formulir SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770, dan terakhir tinggal lapor saja nantinya. Bagaimana dengan sobat kuat.Com? Apakah sudah mempersiapkannya? Kalo sudah alhamdulillah, kalo belum segera persiapkan selagi masih ada waktu dan kesempatan.

Sebagai informasi mulai tahun pajak 2014 kita semua sebagai wajib pajak, untuk melaporkan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi sudah tidak lagi menggunakan formulir yang lama. Karena memang pada bulan Juli tahun 2014 yang lalu, Direktorat Jenderal Pajak telah mengeluarkan peraturan PER-19/PJ/2014 yang mengatur tentang bentuk formulir baru yang digunakan untuk melaporkan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi dan SPT Tahunan PPh Badan. Nah, pada posting kali ini saya hanya memposting sebatas yang berkaitan dengan formulir SPT Tahunan PPh Orang Pribadi dengan 1770 saja. Untuk formulir yang lainnya saya akan posting menyusul.

Apa saja sih yang berubah dari formulir 1770 yang baru? Menurut saya, perubahannya tidak terlalu banyak. Yang berubah dari  formulir 1770 lama dengan formulir 1770 yang baru ada di form 1770 Induk pada kolom identitas, form 1770-IV dan form lampiran-lampirannya. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini :

Gambar.1 Kolom identitas formulir 1770 baru
Pada kolom identitas tersebut terdapat tambahan isian keterangan mengenai "Status Kewajiban Perpajakan Suami-Istri" dan isian keterangan mengenai "NPWP Isteri/Suami". Keterangannya adalah sebagai berikut :
  • Status Kewajiban Perpajakan Suami-Isteri
Pada isian keterangan ini, terdapat pilihan KK, HB, PH, dan MT dimana jika :

  1. Perhitungan Pajak Penghasilan atas penghasilan setahun suami digabungkan dalam satu kesatuan rumah tangga yaitu digabungkan dengan penghasilan isteri, dan penghasilan anak yang belum dewasa (<18th), maka status kewajiban perpajakan suami-isteri yang dipilih adalah "KK". Artinya suami isteri tidak menghendaki untuk melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya secara terpisah. Dan si isteri dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya menggunakan NPWP si suami. begitu juga anak yang belum dewasanya. Dan tentunya si suami adalah sebagai Kepala Keluarga. Sehingga jika suami-isteri hanya memiliki anak 1 dan belum dewasa jika digabung PTKP nya akan menjadi K/I/1. Menurut saya, pilihan ini adalah pilihan yang tepat, karena lebih menguntungkan. selain itu artinya keluarga ini mempunyai kesatuan cinta yang kuat, dan benar-benar menjadi keluarga yang harmonis. hallah....
  2. Jika suami-isteri telah hidup berpisah berdasarkan putusan hakim, maka status kewajiban perpajakan suami-isteri yang dipilih adalah "HB" alias Hidup Berpisah. Untuk kolom isian NPWP isteri/suami di isi sesuai dengan keadaan. Kalo SPT nya milik suami, maka keterangan NPWP suami-isteri di isi NPWP isteri dan sebaliknya. Nah kalo ini kusus buat para duda dan janda. Lalu bagaimana dengan yang kawin siri? hehehe...
  3. Jika suami-isteri menghendaki secara tertulis bahwa hak dan kewajiban perpajakannya berdasarkan perjanjian pemisahan harta dan penghasilan, maka status kewajiban perpajakan suami-isteri yang dipilih adalah "PH" alias Pisah Harta. Maka keterangan NPWP suami-isteri di isi sesuai dengan keadaan. Nah, kalo yang ini khusus suami-isteri yang sifatnya sama-sama pelit dan sama-sama egois, tapi rumah tangganya tetap bersatu. hahahaha...
  4. Jika si isteri menghendaki untuk menjalankan hak dan kewajiban perpajakannya sendiri, maka status kewajiban perpajakan suami-isteri yang dipilih adalah "MT" alias Memilih Terpisah. Maka NPWP suami-isteri yang di isi adalah NPWP suami.
  5. Mengenai perubahan data, Wajib Pajak dapat menyempaikan perubahan data secara tertulis dengan menggunakan formulir perubahan data Wajib Pajak sesuai dengan lampiran II Per-20/PJ/2013 yang telah diubah terkahir dengan Per-38/PJ/2013. Tentunya perubahan data Wajib Pajak ini disampaikan untuk menyesuaikan dengan isian Status Kewajiban Perpajakan Suami-Isteri. Misalnya suami-isteri menghendaki hak dan kewajiban perpajakannya digabung sedangkan isteri sudah terlanjur memiliki NPWP sendiri, maka si isteri bisa mengajukan permohonan penghapusan NPWP dan hak serta kewajiban perpajakan isteri diubah untuk digabung dengan hak dan kewajiban perpajakan suami. Begitu juga untuk status kewajiban perpajakan suami-isteri lainnya. Selain itu perubahan data diajukan jika terjadi perubahan alamat dan tempat tinggal, termasuk perubahan ganti isteri.hahaha...
Perubahan formulir 1770 selanjutnya adalah perubahan pada form 1770-IV. Perhatikan gambar berikut ini.

Gambar.2 Kolom Bagian A Form 1770-IV
Gambar.3 Kolom Bagian B Form 1770-IV
Gambar.4 Kolom Bagian C Form 1770-IV

Jika kita bandingkan dengan formulir 1770-IV yang lama dengan formulir 1770-IV yang baru terdapat sedikit perubahan. Perubahannya adalah pada bagian harta dan bagian utang yang terdapat tambahan keterangan isian berupa "Kode Harta" dan "Kode Utang". Sedangkan pada bagian daftar susunan anggota keluarga, kolom pada formulir lama yang menerangkan isian tanggal lahir anggota keluarga, pada formulir baru di ubah dengan NIK alias Nomor Identitas Kependudukan. Lalu bagaimana dengan kode harta dan hutang? Santai saja, di lampiran PER-19/PJ/2014 sudah ada. Dan sebagai bahan acuan, perhatikan gambar kode harta dan kode hutang berikut :

Gambar.5 Kode Harta dan Kode Hutang

Pada formulir 1770 yang baru, terdapat beberapa lampiran, diantaranya adalah :
  1. Lampiran perhitungan bagi wajib pajak suami isteri yang menghendaki hak dan kewajiban perpajakannya dilaksanakan secara Pisah Harta (PH) dan isteri yang menghendaki hak dan kewajiban perpajakannya Memilih Terpisah (MT).
  2. Lampiran daftar jumlah penghasilan dan pembayaran PPh Pasal 25 bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu
  3. Lampiran daftar jumlah penghasilan bruto dan pembayaran PPh final berdasarkan PP-46 tahun 2013 Per Masa Pajak serta dari masing-masing tempat usaha.
Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini :

Gambar.6 Lamp Perhitungan PH dan MT

Gambar.7 Lamp. OPPT

Gambar.8 Lamp.Pembayaran PP.46 2013
Nah, begitulah perubahan formulir SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770 yang terbaru. Mungkin sebagian Wajib Pajak jika kurang teliti menelaah formulir ini terlihat hampir sama, namun jika diteliti lagi lebih teliti, pasti akan berbeda. Mengenai perhitungan dan formulir lainnya akan saya bahas di posting selanjutnya. Nah, bagi sahabat kuat.Com yang ingin bertanya-tanya mengenai hal ini, silahkan hubungi saya di 021-7120 3453 / 0813 1036 1032. Demikian posting saya kali ini, semoga bermanfaat. 

Aplikasi Excel Gaji dan PPh 21 Terbaru

Aplikasi Excel Gaji dan PPh Pasal 21

Dua hari yang lalu, ketika pas Aplikasi Excel Gaji dan PPh Pasal 21 yang Versi.1.4.40 ini selesai di buat, ada kejadian seorang yang kerjaannya "begal" motor di bakar hidup-hidup oleh warga. Kejadiannya tidak jauh dari rumah saya. Jarak dari rumah saya sekitar 500 meter. Naas banget ya..?  Akhir-akhir ini di Jakarta dan sekitarnya memang sering terjadi perbuatan begal motor oleh tangan-tangan manusia yang tidak memiliki kreativitas yang berbudi. Kaya tidak ada kerjaan lain yang lebih halal aja. Saya, istri saya, dan anak-anak saya yang kecil-kecil sering makan nasi sama garam. Namun alhamdulillaah saya masih bisa bersyukur atas rezeki yang diberikan oleh Allah kepada saya dan keluarga saya. Saya bersyukur tangan saya masih bisa membuat hasil kreativitas yang menurut saya kreativitas ini adalah anugerah dari Allah yang harus saya jaga dan saya kembangkan. Salah satunya adalah Aplikasi Excel Gaji dan PPh Pasal 21 ini.

Tidak terasa sampai saat ini Aplikasi Excel Gaji dan PPh Pasal 21 yang saya buat sudah mencapai Versi.1.4.40. Aplikasi Gaji dan PPh Pasal 21 untuk versi ini jauh berbeda dari versi sebelumnya. Salah satu perbedaannya adalah, pada versi sebelumnya belum ada untuk penghitungan PPh Pasal 21 atas penghasilan yang diterima oleh pegawai yang baru masuk di tahun berjalan. Nah, pada Versi.1.4.40 ini sudah ada untuk perhitungan PPh Pasal 21 atas penghasilan yang diterima oleh pegawai yang baru masuk di tahun berjalan. Kita tahu, kebanyakan wajib pajak sering menghitung PPh Pasal 21 atas penghasilan yang diterima pegawai yang baru masuk di tahun berjalan dengan cara perhitungan normal. Sehingga di akhir tahun sering terjadi kelebihan bayar atau bisa juga kurang bayar. Artinya tidak pas. Padahal, cara menghitung PPh Pasal 21 atas penghasilan yang diterima oleh pegawai yang baru masuk di tahun berjalan memiliki cara tersendiri, sehingga di akhir tahun nilai PPh Pasal 21 nya bisa pas alias nihil.

Nah di Aplikasi Excel Gaji dan PPh Pasal 21 Versi.1.4.40 ini ada fasilitas tersebut. Untuk lebih jelasnya di posting kali ini saya akan menjelaskan seklumit gambaran mengenai Aplikasi Excel Gaji dan PPh Pasal 21 Versi.1.4.40. 
  • Aplikasi Excel Gaji dan PPh Pasal 21 Versi.1.4.40 memiliki Ikon Customize folder seperti gambar berikut ini :
  • Ketika mengklik Ikon Customize tersebut lalau akan muncul file excel Aplikasi Excel Gaji dan PPh Pasal 21 V.1.4.40 seperti berikut :
  • Ketika kita klik 2 kali file excel tersebut maka akan muncul Form Login seperti yang nampak pada gambar berikut ini :
  • Setelah mengetikkan username dan password pada Form Login tersebut maka ketika enter, user akan di sajikan dengan Form Input Data Perusahaan seperti yang nampak pada gambar berikut ini :
  • Di form isian data perusahaan tersebut user diwajibkan mengisi data perusahaan sesuai dengan kolom-kolom yang disediakan di form tersebut. Setelah semua kolom data di isi dengan benar, klik tombol "Menu", maka user akan di sajikan dengan menu-menu yang ada di aplikasi ini. Dan gambaran menu disajikan seperti yang nampak pada gambar berikut ini :
  • Sebagai contoh, ketika klik tombol menu "SlipGajiPegawaiTetap" maka akan muncul output berupa slip gaji pegawai tetap. Dan slip gajinya adalah sebagai berikut :